Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Ternyata stres bisa menyebabkan penyakit yang sangat serius bagi kita semua.
Gangguan emosional atau stres ternyata bisa memicu terjadinya psoriasis, penyakit kulit kronis yang sulit disembuhkan. Kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya kehilangan rasa percaya diri sehingga kualitas hidupnya menurun.
Untuk itu, di samping terapi yang tepat, pengelolaan emosi juga harus dilakukan agar tidak mudah stres. "Penyembuhan penyakit psoriasis sulit diramalkan, bisa sewaktu-waktu kambuh," kata Prof Sjaiful Fahmi Daili, ahli penyakit kulit dan kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo .
Penyakit ini bisa menyerang anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Penyakit ini bisa menyebabkan rasa percaya diri sehingga mengganggu produktivitas kerja.
Psoriasis ditandai gejala :
Lesi kulit berupa plak atau penebalan kulit yang datar menimbul di permukaan kulit, berukuran lebih dari setengah sentimeter. Lesi itu berwarna kemerahan yang ditutupi sisik putih dan transparan. Kelainan kulit itu umumnya mengenai bagian kepala berambut, batas kulit kepala yang berambut, kedua siku dan lutut.
Untuk mencegah hal ini agar tidak semakin berbahaya bisa dilakukan dengan terapi topikal, namun pelaksanaanya sulit.
Hal lain yang bisa menjadi penyebab penyaki tersebut antara lain :
Gangguan emosional atau stres ternyata bisa memicu terjadinya psoriasis, penyakit kulit kronis yang sulit disembuhkan. Kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya kehilangan rasa percaya diri sehingga kualitas hidupnya menurun.
Untuk itu, di samping terapi yang tepat, pengelolaan emosi juga harus dilakukan agar tidak mudah stres. "Penyembuhan penyakit psoriasis sulit diramalkan, bisa sewaktu-waktu kambuh," kata Prof Sjaiful Fahmi Daili, ahli penyakit kulit dan kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo .
Penyakit ini bisa menyerang anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
Psoriasis ditandai gejala :
Lesi kulit berupa plak atau penebalan kulit yang datar menimbul di permukaan kulit, berukuran lebih dari setengah sentimeter. Lesi itu berwarna kemerahan yang ditutupi sisik putih dan transparan. Kelainan kulit itu umumnya mengenai bagian kepala berambut, batas kulit kepala yang berambut, kedua siku dan lutut.
Untuk mencegah hal ini agar tidak semakin berbahaya bisa dilakukan dengan terapi topikal, namun pelaksanaanya sulit.
Hal lain yang bisa menjadi penyebab penyaki tersebut antara lain :
- Infeksi
- Stres
- Trauma
- Mengonsumsi alkohol
Maka dari itu, seseorang yang memiliki riwayat psoriasis dalam keluarganya maupun seseorang yang sudah pernah terserang penyakit itu perlu menghindari beberapa faktor pencetus itu. "Dengan menghindari faktor yang mempermudah timbulnya psoriasis, terutama faktor stres, peluang terjadinya kekambuhan bisa diminimalkan.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar